Anda di halaman: Home Aqidah Menyikapi Perilaku Saudara Yang Berani Tinggalkan Syari'at

Menyikapi Perilaku Saudara Yang Berani Tinggalkan Syari\'at

Abu Salma, Bandung.

Pertanyaan

Assalamu'alaikum. Sudah beberapa bulan ini kakak ipar saya mengikuti kajian "makrifat". Namun, sekarang ia sudah mulai berani menyepelekan sholat dan tanggung jawabnya pada keluarga. Kami sulit mengajaknya diskusi tentang hal tersebut. Kalau dipaksa, emosinya malah yang dominan. Kami teramat khawatir dengannya karena ia mulai jor-joran mengeluarkan uang (45juta, separuhnya hasil pinjaman) untuk membiayai bisnis gurunya (bisnis emas). Acapkali ia tak pulang ke rumah karena nginap di gurunya atau melakukan "kunjungan" ke mahagurunya di Cirebon. Pernah pak DKM di daerah tempat tinggalnya (Bogor) datang menegur tapi malah dimarahinya. Saya kasihan dengan istrinya yang pernah dipaksa agar mau dipijat (katanya pengobatan) oleh gurunya tersebut. Bagaimana kami harus menyikapi?

Jawaban

Assalamu `alaikum Wr. Wb. Memang umumnya orang yang sedang terbawa suatu ajaran yang nyeleneh bisa sangat fanatik dan taqlid membabi buta. Karena seolah-olah mereka menemukan jati diri atau eksistensi yang tidak didapat pada pengajian lainnya. Bagi mereka, kebenaran ajaran itu sendiri tidak terlalu masalah, yang penting eksistensi dirinya diakui disitu. Tapi suatu saat dimana di dalam komunitas itu dia merasa dikecilkan atau dikecewakan, maka semua fanatisme dan taqlid buta itu akan lenyap dengan sendirinya. Itulah kasus yang sering terjadi pada `jamaah-jamaah sempalan

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Status Yahoo
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini1785
Kemarin4254
Minggu ini15750
Bulan ini46337
Keseluruhan464298

Terdapat 66 pengunjung online