| Spiritualisasi Bencana |
|
Spiritualisasi Bencana Untuk Bertaubat Kepada Allah Dan Melakukan Qunut Nazilah Kondisi umat manusia baik dalam skala nasional maupun internasional sungguh sangat memprihatinkan. Di Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, tidak pernah berhenti dirundung musibah. Setelah musibah besar Tsunami di Aceh dan sekitarnya. Kini musibah itu datang silih berganti, musibah gempa tektonik di Yogyakarta dan Jawa Tengah, banjir bandang di Sulawesi dan Kalimantan. Kekeringan di pulau Jawa dan Tsunami di pantai selatan pulau Jawa semakin melengkapi daftar musibah di Indonesia. Dan tidak ada yang tahu sampai kapan musibah ini berakhir kecuali Allah Ta’ala. إِنَّا لِلّهِ وإنَّا إلِيْهِ رَاجِعُونَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ Sedangkan pada skala internasional, bangsa Palestina sedang menghadapi penindasan zionis Israel tanpa henti, begitu juga di Libanon. Penindasan dan kezhaliman di tengah diam dan membisunya para penguasa dunia Islam. Irak dan Afghanistan terus menghadapi kezhaliman Amerika Serikat serta fitnah tho’ifiyah ( konflik antar etnis) buah konspirasi asing. Dunia seluruhnya menyaksikan kezhaliman Yahudi Israel dan Amerika Serikat, tetapi kedua penjajah itu tidak bergeming dan tidak malu terus-menerus bekerja sama dalam memusuhi dan membantai umat Islam di negerinya sendiri. Semua ini merupakan rentetan musibah yang menimpa umat dan bangsa. Dalam suasana seperti ini ada suatu senjata yang sangat ampuh yang harus digunakan umat Islam dalam menghadapi musuh-musuhnya, yaitu berdo’a, beristighfar dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah. Diantara bentuk do’a yang di sunnahkan adalah melakukan Qunut Nazilah dan memperbanyak istighfar. Qunut Nazilah adalah pembacaan do’a yang dilakukan umat Islam untuk menolak kezhaliman musuh-musuh Islam dan menghindarkan diri dari berbagai fitnah serta musibah. Do’a Qunut diucapkan pada saat sholat fardhu, yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada rakaat terakhir. Dan Rasulullah saw mencontohkan kepada umatnya bagaimana melakukan Qunut Nazilah. Ketika sahabat Nabi saw. yang diutus untuk mengajarkan Islam dan Alqur'an dikhianati dan dibantai oleh kaum kafir pada peristiwa yang dikenal sebagai Ba'tsul Raji' (10 sahabat) dan Bi'ru Ma'unah (70 sahabat). Rasulullah saw melakukan Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib sebagaimana disebutkan dalam hadits:
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنَ الْعَرَبِ . متفق عليه Artinya:" Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku' mendo'akan untuk kebinasaan suatu wilayah dari bangsa Arab" (Mutafaqun alaihi) قَنَتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا فِي صَلاةِ الْفَجْرِ Artinya:” Rasulullah SAW melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan dalam shalat Shubuh” (HR Bukhari)
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ . رواه أبو داود وأحمد
Artinya:" Rasulullah saw melakukan qunut(Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Shubuh, tatkala berkata sami'allahu liman hamidah pada rakaat terakhir. Mendo'akan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri'l, Dzikwan dan 'Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini" (HR. Abu Dawud dan Ahmad) Do’a Qunut yang dapat diucapkan diantaranya: عن الحسن بن عليّ رضي اللّه عنهما قال:علّمني رسولُ اللّه صلى اللّه عليه وسلم كلماتٍ أقولُهُنَّ في الوتر: "اللَّهُمَّ اهْدِني فِيمَنْ هَدَيْتَ، وعَافِني فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلّني فِيمَن تَوَلَّيْتَ، وبَارِكْ لِي فِيما أَعْطَيْتَ، وَقِني شَرَّ ما قَضَيْتَ، فإنَّكَ تَقْضِي وَلا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنا وَتَعالَيْتَ Dari Al-Hasan bin Ali ra. berkata, Rasulullah saw. mengajarkanku kalimat yang aku ucapkan dalam shalat witir: “Ya Allah berilah keteguhan padaku bersama orang yang mendapat hidayah, berikanlah padaku afiyah( kesehatan dan keselamatan) bersama orang yang engkau beri afiyah,, jadikanlah padaku pelindung bersama orang yang Engkau lindungi, berkanlah kepadaku keberkahan dari apa yang Engkau berikan kepadaku, selamatkanlah aku dari keburukan yang Engkau telah tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan bukan yang diputuskan, sesungguhnya Engkau tidak menghinakan orang yang berlindung pada-Mu, Maha Suci Engkau dan Maha Agung.” عن عمر بن الخطاب رضي اللّه عنه أنه قنت في الصبح بعد الركوع فقال: " اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اللَّهُمَّ عَذّبِ الكَفَرَةَ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِكَ، ويُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقاتِلُونَ أوْلِيَاءَكَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ للْمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِناتِ والمُسْلِمِينَ والمُسْلِماتِ، وأصْلِح ذَاتَ بَيْنِهِمْ، وأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِم الإِيمَانَ وَالحِكْمَةَ، وَثَبِّتْهُمْ على مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صلى اللّه عليه وسلم، وَأَوْزِعْهُمْ أنْ يُوفُوا بِعَهْدِكَ الَّذي عاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ، وَانْصُرْهُمْ على عَدُّوَكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلهَ الحَقّ وَاجْعَلْنا مِنْهُمْ Dari Umar bin Khattab ra. bahwa ia membaca do’a Qunut pada shalat Shubuh setelah ruku’ dan berkata, “ Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar pada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman pada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya pada-Mu lah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir. Ya Allah siksalah orang-orang kafir yang menghalangi jalan-Mu, mendustakan para nabi-Mu, memerangi kekasih-Mu. Ya Allah ampunilah orang-orang beriman lelaki dan perempuan, umat Islam lelaki dan perempuan, perbaikilah urusan diantara mereka, lembutkanlah hati-hati mereka, berilah pada hati mereka keimanan dan hikmah, berilah keteguhan pada mereka atas agama Islam, berilah motivasi kepada mereka untuk senantiasa menepati janji yang telah Engkau buat perjanjian dengan mereka, tolonglah atas musuh-Mu dan musuh mereka, Allah yang Maha Benar dan jadikanlah kami termasuk golongan mereka” Do’a Qunut dapat diucapkan salah satunya, atau keduanya atau dapat juga ditambah dengan do’a-do’a yang ma’tsur lainnya. Dan menyertai Qunut Nazilah, kita memperbanyak istighfar dan taubat sesuai petunjuk Al Qur’an dan As-Sunnah: وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang Telah ditentukan dan dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. jika kamu berpaling, Maka Sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.” مَنْ أَكْثَرَ مِنَ الاِسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًاً وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًاً وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِب . رواه أحمد والنسائى وابن ماجه “Siapa yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan memberikan kelapangan dari setiap kesusahan, jalan keluar dari setiap kesempitan dan Allah memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”
Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إليه Seruan Mengingat betapa beratnya kondisi umat dan bangsa saat ini, maka Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera memberikan seruan kepada semua pihak untuk:
Semoga Allah menerima do’a dan taubat kita serta segala amal shalih kita, menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita dan melindungi kita dari berbagai musibah dan musibah terbesar, yaitu musibah dalam urusan agama, musibah yang menjerumuskan kita ke dalam siksa api neraka. Amien حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير Jakarta, 23 Jumadil Akhir 1427 H | 19 Juli 2006 M DR. H. SURAHMAN HIDAYAT, MA
|
MP3 Ceramah
Manajemen waktu