| Bekerja di Perusahaan Film |
|
Assalamualaykum warrahmatullah, Saya seorang istri dengan 3 anak yg masih kecil, dan sekarang bekerja di perusahaan alat-alat film. Apakah pekerjaan ini halal mengingat yang di support adalah film, sinetron, video klip dan iklan? Apakah sebaiknya saya dirumah saja mengurus anak-anak saya atau tetap bekerja? Jazakallah khoiron atas jawaban ustadz. Wassalamu'alaykum warrahmatullah Jawaban: Assalamu alaikum wr.wb. Pada dasarnya Islam tidak melarang seorang wanita bekerja, selama ia bisa menunaikan kewajibannya yang asasi dan pekerjaannya tersebut tidak bertentangan dengan rambu-rambu Islam. Kewajiban asasinya yang utama adalah mendidik anak-anak, sebab anak-anak itu adalah amanah yang Allah titipkan kepada kedua orang tua , dan seorang ibu telah disiapkan Allah untuk dapat menunaikan tugas yang agung ini secara fisik maupun mental. Mempersiapkan anak sama dengan mempersiapkan masa depan umat dan itu bisa menjadi penyiapan sumber daya manusia yang tidak bisa dinilai dengan materi. Oleh karena nya, anda sebagai seorang istri perlu mengevaluasi tujuan anda bekerja, apalagi bekerja di perusahaan alat-alat film yang di support adalah film, sinetron, video klip dan iklan. Jika dengan bekerjanya anda sehingga menyebabkan anak2 yang masih kecil kurang terperhatikan pendidikan dan kasih sayangnya, sementara secara ekonomi suami anda mampu menafkahi, maka perlu dipertimbangkan dan dipikirkan kembali keputusan anda bekerja. Sebaiknya masalah ini anda diskusikan dengan suami, mana banyak manfaatnya dari pada mudharatnya terkait dengan perkembangan anak dan persiapan masa depannya. Apakah bekerja di perusahaan tersebut bisa menyerap dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dengan harapan kelak bisa mendukung film, sinetron dan iklan yang islami. Atau tidak ada ilmu yang bisa diserap, sedangkan yg di support adalah film,sinetron,dll yang secara tidak langsung banyak mengarah kepada ‘maksiat’. Allah mengingatkan hamba-hambaNya agar dalam mengerjakan sesuatu memperhatikan dampak dan akibatnya. “Dan tolong menolonglah dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran. Dan bertaqawalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Qs. Al-Maidah: 2). Sebagai pegangan dalam mencari rezeki adalah asas “Keberkahan”. Sedikit namun Berkah, jauh lebih bermanfaat dunia akhirat, dari pada “Banyak” namun tidak membawa Keberkahan. Wallahu a’lam bish-shawab. Wassalamu alaikum wr.wb. Herlini Amran, MA
|
MP3 Ceramah
Manajemen waktu