| Indra Keenam |
|
Erni H Pertanyaan Assalamu‘alaikmu wr. wb. Pa Ustadz, Begini pa Ustadz, saya pernah dengar ada suatu hadist riwayat yang menyatakan "Barang siapa yang menanyakan sesuatu ke Dukun/paranormal, maka amal ibadahnya tidak akan diterima selama 40 hari.” Saya dapat cerita dari seorang teman, bahwa ada seorang bapak yang bisa mengobati orang sakit (bukan dokter), juga bisa melihat ke depan apa yang akan terjadi pada seseorang. Tapi dari caranya, bapak itu juga tidak pernah lepas dari ajaran agama Allah, dia sholat, ngaji, dzikir. Yang ingin saya tanyakan, apakah berdosa apabila kita bertanya atau berobat kepadanya? Jawaban: Assalamualaikum Wr. Wb. Suatu hal ghaib yang terjadi pada seseorang, bila dia nabi maka disebut mukjizat. Dan bila dia manusia biasa yang sholih, disebut karamah. Dan bila dia mendapatkan kekuatan itu dari syetan maka disebut sihir. Karamah Allah itu diberikan kepada hambanya yang sholih dan berpegang teguh pada ajaran agama yang benar sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah serta jalan yang telah ditempuh para salaffushsalih. Karamah ini bukan fasilitas yang dimiliki secara personal dan digunakan kapan pun dia mau, tetapi karamah ini diberikan sesuai dengan kehendak Allah saja. Orang shalihnya sendiri tidak pernah merasa memilikinya apalagi mendemonstrasikannya, karena datangnya terserah pada Allah. Itupun sebagai ta‘yiid (dukungan) dri Allah karena dia telah berjuang membela agama Allah. Karamah ini banyak terjadi di medan konflik jihad fi sabilillah. Dalam perang Afhganistan melawan tentara merah Uni Sovyet, banyak terjadi karamah. Namun para mujahidin itu tidak tahu bagaimana dan apa bentuknya. Pertolongan Allah itu terjadi begitu saja. Sedangkan sihir itu datang dari syetan, memang bisa dimiliki dan didemonstrasikan kapan saja. Seolah sihir ini adalah fasilitas yang dipunyai, kapanpun dia ingin menggunakan, saat itu pula bisa dipakai. Kedudukan sihir ini di dalam Islam jelas haramnya dan pelakunya diancam untuk dibunuh. Perbuatan ini terkutuk dan bentuk dari kemusyrikan. Terkadang syetan dengan sekian banyak prestasi tipu dayanya, mampu menipu orang awam seperti kita dengan menampilkan sosok yang secara umum terlihat sholeh dan alim, lalu memiliki ‘fasilitas’ seperti ini. Namun bila diungkap, ternyata banyak hal yang bertentangan dengan syariah yang telah dilakukannya. Apalagi bila ada orang yang mengaku bisa mengetahui apa yang akan terjadi secara ghaib. Kemungkinan besar ini adalah berita bohong yang dicuri syetan dari langit dan ditambah 1000 kebohongan. Sedangkan Rasulullah SAW saja tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi bila tidak diberitahukan oleh Allah. Bagaimana mungkin umatnya bisa memiliki fasilitas yang nabi tidak diberikan? Apakah keimanan dan taqwanya telah melebihi nabi SAW? Jadi untuk keluar dari hal seperti ini, sebaiknya anda tidak bertanya tentang apa yang akan terjadi kepadanya. Agar tidak tersangkut pada masalah bertanya pada peramal. Wallahu a‘lam bishshowab. Wassalamualaikum Wr. Wb. |
MP3 Ceramah
Manajemen waktu