Anda di halaman: Home Thaharah Shalat Setelah Onani

Shalat Setelah Onani

Assalamualaikum wr.wb Pak ustad jika terlanjur onani karena tidak mampu menahan apakah hukumnya sah jika sholat setelah melakukan onani,dan apakah di wajibkan juga, mandi besar seperti setelah hubungan suami istri atau menstruasi.trima kasih wassalam.,

Assalamu alaikum wr.wb.

Perlu diketahui bahwa hukum onani menurut jumhur ulama adalah haram. Di antara dalilnya:

1. Firman Allah tentang ciri orang beriman, "Mereka yang menjaga kemaluan kecuali kepada isteri mereka atau budak sahaya mereka, sebab mereka tidak tercela. Namun siapa yang mencari di luar itu berarti telah melampaui batas." (QS al-Mukminun: 5-7)

Ayat di atas menunjukkan bahwa siapa yang menyalurkan syahwatnya kepada selain isteri dan budaknya, maka telah melakukan perbuatan yang melampaui batas.

2. Firman Allah, "Hendaknya mereka yang tidak mampu menikah menjaga kehormatan sampai Allah memberikan kecukupan lewat karunia-Nya." (QS an-Nur: 33). Ayat ini menjadi dalil bahwa menjaga kehormatan bagi yang tidak mampu menikah adalah wajib; sehingga wajib pula menghindari semua tindakan yang bertentangan dengan upaya menjaga kehormatan (kemaluan) seperti zina, homoseksual, onani, dan sejenisnya. Selain itu ayat di atas memberikan solusi bagi yang tidak mampu menikah; yaitu menjaga kehormatan. Bukan melakukan tindakan lain yang tidak dibenarkan seperti onani.

3. Nabi saw bersabda, "Wahai para pemuda, siapa yang mampu menikah di antara kalian, hendaknya menikah. Ia ia bisa membuat mata lebih terpelihara dan kemaluan lebih terjaga. Siapa yang tidak mampu maka ia harus berpuasa. Sebab puasa adalah tameng." (HR Bukhari Muslim).

Hadits ini menjelaskan bahwa pada kondisi tidak mampu menikah; solusinya adalah puasa; bukan yang lain. Andaikan onani dengan alasan untuk menjadi tameng dan pelindung dari zina hukumnya boleh, tentu sudah disebutkan. Namun kenyataannya tidak. Solusi yang disebutkan hanya berpuasa. Selain itu, masih ada sejumlah dalil yang lain.

Nah, kalau Anda melakukan onani tentu harus segera bertobat. Lalu bagaimana kalau sesudah itu melakukan shalat?Ini tergantung pada kondisi yang terjadi saat melakukan onani. Apabila ketika melakukan onani keluar mani, maka ia harus mandi besar; tidak cukup hanya mandi. Namun jika keluar madzi saja; tidak sampai keluar mani, maka harus membersihkan madzi tersebut selain wudhuk karena ia najis. Dan kalau tidak keluar mani dan madzi, maka cukup dengan berwudhuk saja.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Wassalamu alaikum. wr.wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu