Anda di halaman: Home Warisan Cara Membagi Warisan

Cara Membagi Warisan

Indah

Pertanyaan:

Assalamu'alaykum Ustadz, mohon saya dibantu untuk menghitung pembagian warisan sbb: Seorang laki2 meninggal; sedangkan istri, kedua ortu, seorang anak laki2nya (satu2nya anak yang laki2) dan semua saudara kandungnya sudah meninggal terlebih dulu. Semua anaknya yang masih hidup adalah perempuan (6 orang). Dari almarhum anak laki2nya terdapat keturunan 2 orang anak: laki2 dan perempuan, yang berarti terdapat 1 orang cucu pewaris laki2 yang memperoleh warisan karena hak ayahnya. Terima kasih atas bantuan ustadz. Wassalam.

Jawaban:

Assalamu 'Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuhu. Dalam kasus yang anda tanyakan, mereka yang berhak mendapatkan waris adalah anak-anak perempuan yang berjumlah 6 orang, mereka berhak mendapatkan 2/3 harta yang ditinggalkan dan dua orang cucu-cucu yang mendapatkan sisa harta atau dalam istilah ilmu faroid disebut sebagai ashobah. Kedua cucu tersebut berhak mendapatkan warisan karena merupakan keturunan kandung dari anak laki-laki orang yang meninggal tersebut.

Ahli Waris Bagian waris Asal Masalah : 3 3 X 6 = 18

6 Anak perempuan 2/3 2 2 X 6 = 12 @ 2

1 Cucu laki-laki Ashobah 1 1 X 6 = 6

Untuk cucu laki-laki 4 bagian dan cucu perempuan 2 bagian

1 Cucu perempuan

Jadi kalau orang yang wafat tersebut meninggalkan harta warisan yang berjumlah Rp. 180.000.000,00, maka anak perempuan masing-masing mendapatkan 20 juta rupiah. Cucu laki-laki memperoleh 40 juta rupiah dan sisanya yang berjumlah 20 juta diberikan kepada cucu perempuan, karena dia menjadi ashobah disebabkan saudara laki-lakinya atau dalam istilah ilmu faroid disebut Ashobah Bighoirihi.

Catatan

  1. Ashobah adalah ahli waris yang mendapatkan harta waris secara keseluruhan jika tidak ada ahli waris lainnya atau mendapatkan sisa bagian harta waris setelah dibagikan kepada ahli waris lain yang sudah tentu bagiannnya.
  2. Asal masalah 3 dikalikan 6 karena dengan asal masalah 3, kita belum mendapatkan bagian masing-masing ahli waris secara tepat atau dalam ilmu Faro'id dikenal sebagi masalah inkisar. Oleh karena itu perlu dikalikan angka tertentu agar perhitungannya menjadi lebih jelas.
  3. Perhitungan di atas bersifat normatif.

Wallohu A'lamu Bis-Showab Wassalmu'Alaikum Wr. Wb.

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu