Anda di halaman: Home Warisan Apakah Warisan Harus Langsung Dibagi?

Apakah Warisan Harus Langsung Dibagi?


Pertanyaan Assalamualaikum wr wb.
Kedua orangtua saya telah meninggal, dan mewariskan 1 buah rumah. Rumah tersebut ditempati oleh salah seorang kakak saya dan selama ini tidak ada wacana utk menjual rumah itu karena kami beranggapan rumah itu tempat ngumpul keluarga.
Tapi baru2 ini ada salah seorang ustadz yang menyarakan agar rumah itu segera dijual kemudian uangnya dibagi sesuai hukum warisnya, katanya agar arwah orang tua kami tidak terganggu di alam barzakh.
Pertanyaan saya, apakah memang rumah itu harus segera dijual & kemudian dibagikan uangnya sesuai hak waris? Karena selama ini kami bersaudara tidak pernah bertengkar tentang masalah rumah ini.
Terima kasih ustadz

Jawaban

wa'alaikumsalam wr.wb

segala puja dan syukur kepada Allah Swt dan shalawat salam untuk RasulNya.

ketika seseorang meninggal dunia, maka telah terputus segala amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang menodoakan orang tuanya yang meninggal.

selain dari tiga sumber pahala tersebut diatas yang senantiasa masih mengalir untuk orang yang telah meninggal, juga ada dosa yang bisa mengalir kepada orang yang sudah mati, yaitu orang yang selama hidupnya membuat satu tradisi buruk yang kemudian tradisi itu diikuti oleh orang lain, maka selama orang lain melakukan tradisi buruk itu dan berdosa, orang yang membuatnya itu juga akan mendapat bagian dosanya meski ia telah tiada. dalam sebuah hadits dikatakan:

"Barang siapa yang membuat tradisi kebaikan maka ia akan mendapat pahala dan pahala bagi orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikitpun, dan barang siapa yang membuat tradisi keburukan maka akan mendapat dosa dan dosa orang yang mengikutinya...."

adapun harta waris adalah bagian para ahli waris, artinya orang yang sudah meninggal tidak ada urusan lagi. oleh karenanya, ungkapan ustadz tersebut tidak tepat, kecuali kalau yang dimaksud oleh ustadza tersebut adalah apabila orang yang meninggal itu mempunyai tangguan seperti hutang kepada orang lain, maka keluarganya harus segera melunasinya, karena hutang bisa menghalangi seorang yang meninggal dari masuk surga. jika yang dimaksud oleh ustadz tersebut demikian, maka benar, artinya sang anak harus segera menyelesaikan urusan orang tua yang meninggal, meskipun tidak harus menujual harta warisnya, tapi boleh jd anaknya yang berada bisa melunasi hutang itu.

berkenaan dengan werisan, memang seharusnya segera ditentuhak bagian-bagian bagi setiap ahli waris sesuai dengan syariat Islam. setelah para ahli waris mengetahui bagian mereka dari harta warisan yang ditinggalkan, maka ia bebas untuk mensikapinya, apakah ia akan mengambilnya atau mungkin mengasihkannya kepada saudaranya yang mungkin ia lihat lebih membutuhkan. atau misalnya seperti kasus yang anda sampaikan, dimana harta warisan berupa rumah, yang dihuni oleh salah satu dari ahli waris yaitu kakak, memang benar rumah tersebut adalah harta pusaka / waris yang mana setiap ahli waris yang memang punya hak untuk mendapatkan harta tersebut, berhak untuk mendapatkannya. oleh karennya, jika rumah tersebut adalah satu-satunya harta warisan yang ditinggalkan, maka sepatutnya para ahli waris mengetahui berapa jatah / bagian masing-masing mereka dari rumah tersebut. tentu untuk mengetahuinya adalah dengan diperkirakan, berapa harga rumah itu. namun kemudian setelah para ahli waris mengetahui berapa bagian mereka, kemudian mereka sepekat merelakan untuk ditinggali oleh kakat tersebut, hal itu boleh-boleh saja. akan tetapi jika ada salah satu ahli waris yang menuntut untuk mendapatkan baginaannya, itu juga merupakan haknya. wallahu a'lam.

wassalam

 

MP3 Ceramah

Manajemen waktu

Teknisi

Banner
CALL CENTER/OFFICE:
021-8575426

Visitor

Hari ini1664
Kemarin3104
Minggu ini4768
Bulan ini77159
Keseluruhan586936

Terdapat 65 pengunjung online